November 17, 2010

Pengorbanan seorang Imam dan Bapa (Osiah): hanya rahmat & kasihNya

Pengorbanan seorang Imam dan Bapa (Osiah): hanya rahmat & kasihNya

Pada hari raya Idul Qurban 2010 ini, saya teringat akan sebuah cerita menarik. Cerita ini bukan mengenai kerelaan dan keikhlasan seorang ayah sebagaimana diperingati pada hari raya Idul Qurban. Kalaulah Bapa Abraham (nabi Ibrahim) yang karena cintanya kepada ALLAHnya sehingga menuruti “apa yang diperintahkan ALLAH untuk mengorbankan anakNya”; cerita berikut adalah tentang kejadian yang sebenarnya tentang pengorbanan seorang ayah yang sekaligus seorang imam. Oleh karena kasih dan rahmatnya, ia telah mengubahkan jalan hidup dan kehidupan istri, anak dan keluarganya. Berikut ceritanya.

Adalah seorang imam Osiah, seorang yang jujur, dan mendengar dan menurut apa perintah ALLAH. Suatu ketika ALLAH memberinya suatu perintah “Pergilah, ambillah untukmu seorang istri, ia bernama Gomer, seorang perempuan yang jahat dan tidak setia”.

Secara alami, sebagai seorang manusia tentu saja semua orang akan bertanya-tanya:

1) Mengapa ALLAH memberikan perintah kepada Osiah untuk menikahi Gomer?

2) Apakah ALLAH lupa bahwa seorang imam haruslah merupakan teladan bagi umatNya?

3) Sebagai teladan, seorang imam, seorang yang dituakan, seorang pelayan mimbar/altar; bukankah ia harus hidup dengan sempurna?

4) Mengapa seorang imam butuh seorang istri yang hidup dengan keduniawiannya? Yang berpakaian tidak layak/tidak sopan? Yang matanya berkejap-kejap dengan bulu mata yang lentik? Yang berdandan menyolok dengan bedaknya? Yang mengerling kepada setiap laki-laki yang berpapasan dengannya?

5) Apakah dengan kenyataan ini, sebagai istri imam, tidak akan cukup memalukan?

Namun, imam Osiah menikahi Gomer dan mempunyai seorang bayi laki-laki. Dan imam Osiah, seorang ayah muda, dengan penuh sukacita memberi nama anak itu Jisrail, nama yang ALLAH pilihkan untuk bayi itu.

 

Namun sayangnya, seperti kita bisa duga, Gomer juga mempunyai seorang anak perempuan, seorang gadis kecil yang bukan dari imam Osiah. Gadis kecil ini diberi nama “Lo-Ruhamah“, yang berarti “sia-sia” atau “terbuang” atau “tanpa kasih sayang”, atau “bukan seorang anak”.

Oooo, betapa malunya perasaan imam Osiah!!!!

Imam Osiah tidak berkata bahwa Gomer melahirkan untuknya seorang anak, karena ia menduga bahwa bayi laki-lakinya juga bukan anak ayahnya.

Kelahiran bayi-bayi itu menjadi gosip terhangat pada bulan-bulan itu. Setiap orang melontarkan cibiran dan komentar-komentarnya baik langsung maupun tidak langsung. Komentar baik, buruk bahkan yang kasar sekalipun. “Bukankah sudah aku katakan bahwa Gomer adalah tidak baik” bisik-bisik para tetangga.

 

Tetapi, bencana bagi imam Osiah belumlah berakhir.

Tidaklah berapa lama, Gomer melahirkan lagi seorang bayi laki-laki. Bayi ini diberi nama “Lo-Ammi“, yang artinya “ia bukan umatKU” atau “AKU bukan Tuhannya”.

 

Secara terang-terangan -sebagaimana biasa dilakukan manusia - semua orang berkata:

“Kami tidak akan mengecammu Pak Osiah, jika kamu tidak menyayangi bayi itu”, “Itu bukanlah anakmu”,

“Tetapi apakah tidak lebih buruk kalau Gomer sudah pergi lagi dan meninggalkanmu dengan tiga anak-anak yang masih kecil yang harus kamu rawat?”

“Kita sudah kasih tahu kamu Osiah, kamu sudah salah memilih seorang istri!!”

“Pak Osiah, bukankah keluarga yang kau bangun itu aneh sekali?”"

“wanita kayak gitu Bapa Imam? ALLAH tidak akan mengampunimu kalau kamu tetap mempertahankannya”

 

Semua orang tidak bisa mengerti kejadian ini. Kita semua juga tidak bisa memahami cerita ini. Namun imam Osiah sangat mencintai istri dan anak-anaknya. Bahkan, pada di kemudian hari, imam Osiah menebus kembali istrinya agar bisa bersatu kembali dengannya dari tempat pelacuran. Ia menebusnya seharga 15 sekel perak atau setara dengan setengah harga seorang budak laki-laki.

Dengan perhitungan sederhana:

1 sekel = 11 gram perak

Jadi 15 sekel = 165 gram perak

Kalau perak 1 gram = 6000 rupiah, maka 165 gram perak adalah RP 990,000,- atau sama dengan gaji 6 minggu seorang pembantu rumah tangga.

Woooww teman-temanku,

Walaupun Gomer seorang yang tidak setia, ia dibawa kembali untuk hidup satu atap dengan imam Osiah!!! Di rumah itu, Osiah merawatnya dan menganggap sebagai seorang yang merdeka, bukan seorang budak.

Hanya karena begitu besar rahmat dan kasih saja seorang imam dan sekaligus BAPA bisa menerima kembali seorang yang jahat dan tidak setia!!!

Osia menceritakan keadaan keluarga dan pelayanannya. Setelah menerangkan nama-nama anaknya, yang diberikan oleh ALLAHnya, ia menambahkan suatu janji – yang juga diberikan oleh ALLAHnya: “Di tempat dimana mereka disebut “Kamu bukanlah umatku”, “Mereka akan disebut umatKU”.

“Dapatkah kalian mengerti?” maklumat imam Osiah. Apapun yang kita lakukan, ALLAH tidak pernah menyerah terhadap kita.

 

Ini adalah cerita tentang rahmat (anugerah) dan kasihNya: ALLAH tidak pernah menyerah terhadap Gomer, juga terhadap umatNYa, juga terhadap kau dan aku. DIA tetap memanggil kita hingga kita datang mendekat kepadaNYA.

Sekarang, lihatlah sekeliling kita, sadarlah akan dunia nyata. Siapakah yang membutuhkan anugerahNYA?

1) Bagaimanakah perasaan ALLAH ketika melihat seseorang yang pergaulannya buruk dan menggunakan obat-obat narkoba?

2) Bagaimana perasaan ALLAH saat seorang gadis meninggalkan ibadahnya karena ia hamil?

3) Bagaimana perasaan ALLAH kepada seseorang yang setia beribadah dan tidak bergaul dengan teman-teman yang buruk?

 

Janganlah lupa:

1) Kasih ALLAH tidak pernah gagal,

2) ALLAH tidak pernah meninggalkan kita

3) ALLAH tidak pernah berubah

4) tidak ada apapun yang dapat memisahkan kita dari kasih ALLAH

Kasih BAPA Osiah demikian besar, apalagi kasih ALLAH kita! Amin.

September 30, 2010

Menumbuhkan seorang raja (pemimpin): belajar dari Amsal Sulaiman

Menumbuhkan seorang raja (pemimpin): belajar dari Amsal Sulaiman

Banyak sekali motivator-motivator ulung bermunculan akhir-akhir ini. Baik yang merk local maupun internasional. Buku-buku yang mereka tulis selalu saja menduduki “best seller”. Nampaknya ini seperti gayung bersambut dalam hal mana banyak orang yang sedang dalam keadaan gundah gulana, mencari sesuatu yang bisa memberikan wacana instant bagi kekosongan hati dan jiwanya, untuk memberikan air yang segar bagi kekeringan jiwanya ditengah kancah ekonomi, poliitik dan social yang carut marut.

Banyak orang mencari-cari kembali makna kehidupan, dan para motivator-motivator itu bisa memberikan setitik embun yang menyegarkan jiwa yang sedang bertaut pada era berpikir rasionalis. Banyak orang yang tidak bisa menerukan arti kehidupan dari kehidupan beragamanya yang sudah semakin artificial sifatnya dalam kehidupan yang penuh hiruk pikuk dengan persaingan untuk mendapatkan kekayaan sebesar-besarnya atau kekuasaan atas sumber daya.

Mereka semua rindu mendapatkan “hikmat sejati”. Hikmatlah yang mengubah seorang lugu menjadi motivator ulung. Hikmat membuat manusia mampu menghadapi segala persoalan hidupnya. Di dalam hikmat terdapat kebijaksanaan, kemampuan untuk membedakan baik dan buruk, wawasan dan tinjauan masa depan, penilaian yang baik akan situasi dunianya, ketrampilan, pengalaman dan kedalaman berpikir, kemurniaan motivasi dalam bertindak dan lain-lain. Semua hal ini dibutuhkan untuk pembentukan seorang raja.

Terjengak saya ketika saya membaca kitab Amsal Sulaiman. Sebuah kitab yang dibuat oleh raja Israel Daud dan para penasehatnya, untuk mempersiapkan anaknya Sulaiman menjadi seorang pewaris takta tapi sekaligus seorang raja yang besar melebihi apa yang raja Daud bisa lakukan. Sejarah Israel telah membuktikan bahwa raja Sulaiman adalah seorang raja terbesar di bangsa Israel. Ia melebihi raja-raja lainnya di Timur Tengah pada jamannya.

Apakah rahasia semua itu. Tema-tema dalam kitab Amsal adalah rahasianya. Kitab ini menyampaikan tentang bagaimana “membentuk seorang raja”.

 Apakah artinya sebuah kitab “membentuk seorang raja” bagi orang-orang biasa seperti kita?

 - Manusia merupakan makhluk yang sejak awal diciptakan sebagai gambaran dari ALLAH sendiri, sehingga tentu saja diciptakan untuk menjadi kalifatullah atau menjadi penguasa atau seorang raja di bumi. – Adalah tanggung jawab seorang manusia untuk mempersiapkan generasi berikutnya untuk menjadi generasi yang berkualitas melebihi apa yang diraih oleh orang-tuanya, – Adalah tanggung-jawab setiap kita untuk melahirkan pemimpin sekaliber raja Sulaiman.

Apakah tema-tema penting yang diangkat dalam kitab Amsal Sulaiman: 1) Pembentukan karakter seorang anak dimulai dengan memperkenalkan disiplin kepada anak sejak awal kehidupannya (kelahiran),

2) Seorang calon pemimpin (anak) perlu mempunyai motifasi yang murni atau benar dalam setiap tindakannya, yaitu untuk kemaslahatan semua manusia dan mempunyai kerendahan hati untuk selalu menerima koreksi-koreksi untuk perbaikan

3) Calon pemimpin perlu mempunyai rasa takut akan Tuhan, karena dari sanalah permulaan dari hikmat (hikmat adalah anugerah terbesar dari Tuhan),

4) Calon pemimpin perlu bergaul dengan teman-teman yang benar, sehingga dia tidak iri hati kepada orang-orang yang berlaku jahat dan tidak berkeinginan untuk bergaul dengan mereka.

5) Hikmat hanya diberikan kepada mereka yang giat mencarinya, karenanya calon pemimpin harus mengejarnya dengan giat,

6) Selalu bersandar kepada Tuhan dalam tiap kali mengambil keputusan sebagai bagian pengertian akan kebesaran dan kebaikan rancangan Allah dalam setiap kehidupan manusia. Calon pemimpin perlu memberikan hati (kasih)nya kepada Allah.

7) Calon pemimpin perlu mempunyai perlindungan yang memadai dari sifat-sifat atau perbuatan jahat, tetapi tidak mempunyai sifat yang berlebihan untuk mempertahankan fanatismenya (bersikap moderat) dan dapat menguasai diri dalam berbicara dan bertindak

8) Calon pemimpin (anak) harus diajarkan untuk waspada kepada perangkap pujian yang menjilat atau pujian yang menginginkan suatu imbalan.

9) Calom pemimpin (anak) perlu diajarkan untuk tidak tergesa-gesa dalam berbicara atau membuat komitment dan tidak berbuat dosa dalam perkataannya.

10) Anak (calon pemimpin) perlu menguasai lidahnya karena lidah mempunyai kekuatan untuk mendatangkan kebaikan atau kejahatan (menentukan hidup dan mati)

11) Anak (calon pemimpin) perlu diajar untuk mau mendengarkan nasehat dan tidak mudah melupakan pelajaran yang pernah didengarnya (janganlah melupakan dan tetap peliharalah ajaran yang benar),

12) Calon pemimpin perlu diajar untuk menentang segala jenis suap atau penyalahgunaan uang dalam bentuk apapun juga

13) Calon pemimpin perlu diajarkan untuk tidak membuang-buang waktu dan harta dengan sia-sia

14) Calon pemimpin harus berani mengutuk segala kesombongan, keangkuhan hati, dan jiwa yang congkak

15) Calon pemimpin perlu mempunyai dan lebih mengutamakan kerendahan hati (“kerendahan hati melebihi pemberian hormat”)

16) Calon pemimpin harus memberikan perlakuan yang benar atas orang-orang miskin dan menjauhi segala bentuk penindasan.

17) Calon pemimpin harus bisa memilih pasangan hidup yang baik dan berkualitas (dapat membedakan sifat-sifat manusia yang baik dan yang jahat)

18) Calon pemimpin harus mempunyai komitmen untuk hidup suci, damai dan lain-lain kebaikan

19) Calon pemimpin perlu mempunyai kemampuan untuk meletakkan pondasi-pondasi yang benar dalam pernikahan

20) Calon pemimpin harus berani menentang penghinaan, pengejekan, dan menyombingkan diri

21) Calon pemimpin perlu mempunyai hati yang lembut dan mudah menerima ajaran, nasehat, dan tidak menggunakan pikirannya sendiri

22) Calon pemimpin perlu dibentuk agar tidak mudah tersinggung karena bila mudah tersinggung akan memperburuk suatu keadaan

23) Calon pemimpin agar selalu mencari hikmatNya dan membenci kebodohan

24) Calon pemimpin perlu diajar untuk bersikap baik terhadap musuh dan tidak memberikan tempat untuk menginginkan balas dendam

25) Anak (calon pemimpin) perlu diajar untuk tetap menghormati orang tua walaupun si anak sudah dewasa dan lebih berkuasa/kuat di bandingkan orang-tuanya (apalagi terhadap ibunya yang sudah renta)

26) Calon pemimpin harus belajar mengatasi segala gangguan pikiran dan perasaan yang membuatnya gundah dan melakukan langkah yang tidak tepat.

Nampaknya tema-tema di atas sangat sulit untuk dilakukan, tetapi bukti sudah ada sebagaimana tercatat dalam sejarah. Maukah kita untuk mencoba?

 Berikut adalah pesan-pesan utama dari kitab Amsal Sulaiman yang harus diprioritaskan dalam kehidupan setiap orang: 1) Kerendahan hati dan selalu bersandar kepada Sang Pencipta 2) Melakukan kehendak ALLAH dalam hidup kita 3) Benci akan dosa dan mencintai kebenaran 4) Motif yang murni dan mengejar hikmat ilahi 5) Ingin mengenal ALLAH dan ingin hidupnya diubahkan 6) Mengetahui apa yang ada di hati ALLAH pada hari ini 7) Memusatkan perhatian kepada dan ingin mempunyai karakter ilahi 8) Selalu mengutamakan persatuan dalam rumah tangga (keluarga) 9) Pasangan suami-istri selalu mempunyai kesatuan hati 10) Memiliki hati yang mudah bertobat, dan mudah diajar untuk semakin bijak 11) Menyelesaikan semua konflik-konflik dalam hati, jiwa, dan pikiran 12) Mempunyai komunitas yang semakin bertumbuh menuju kedewasaan dan berdampak bagi sesama 13) Menjadi manusia sebagaimana ALLAH inginkan 14) Memberitakan selalu kabar sukacita dan segala otoritas ALLAH akan dunia

Yang tidak perlu diprioritaskan dalam kehidupan: o Apa yang dapat ALLAH perbuat bagiku o Cara-cara tercepat untuk keluar dari persoalan-persoalanku o Menuntut hak-hakku atas imanku o Menuntut berkat-berkat material o Memusatkan segalanya untuk diri-sendiri o Bagaimana ALLAH bisa membuatku sukses o Meramalkan masa depan

Saya mengajak saudara-saudara terkasih untuk mencoba melakukan tanggung-jawab generasi kita dengan mempelajari sendiri kitab Amsal Sulaiman dan biarlah hikmatNya menjadi milik kita dan anak-anak kita.

September 6, 2010

Kekuatan lidah

Tahun 2010 ini dapat dikatakan sebagai tahun “kata bersambut”. Banyak tokoh nasional yg saling jatuh menjatuhkan melalui “ucapan”nya di surat kabar, dalam dengar pendapat DPR dan di persidangan. Semuanya berakhir dengan keburukan bagi si pelaku dan banyak orang.

Bulan Mei lalu, peristiwa tragis terjadi ketika seorang anggota Brimob yg berbadan kekar, tewas karena dikeroyok banyak orang di ITC Mangga Dua, Jakarta. Peristiwa ini dimulai dengan cekcok mulut antar korban dengan seseorang di situ.

Sungguh demikian berkuasanya lidah, bahkan “ucapan” menentukan hidup matinya, bisa menjatuhkan ataupun memacu semangat seseorang.

Tampaknya hanya sepele, apa yang kita tulis di Facebook, Twitter, BBM, milis dlsb; namun “ucapan” itu besar kuasanya. Bila kata-kata itu membangun, maka berkatlah yg akan diterima orang saat mendengar atau membacanya. Bila “ucapan” itu negatif, jangan salahkan orang lain kalau mereka menuruti apa kata-kata kita. Bahkan banyak kasus bunuh diri dimulai karena ada “ucapan” yang makin meneguhkan “niat” seseorang untuk “bunuh diri”.

Ucapan kita kepada anak-anak kita atau bawahan kita; bisa jadi makin membuat mereka bersemangat untuk belajar atau bekerja dan makin produktif, atau bisa jadi akan menjadikan mereka makin membantah, makin dongkol dan makin tidak produktif.

Si bijak berkata “Walaupun anggota tubuh yg kecil, lidah bisa membesar-besarkan perkara. Betapa kecilnya api, ia dapat membakar habis hutan yg luas”.

Si bijak melanjutkan “semua yg keluar dari mulut berasal dari hati. Bisakah kita memuji dan menyembah SANG PENCIPTA, dan dengan mulut yg sama, kita mengutuki ciptaanNya?”

August 24, 2010

Tertawa

Orang bijak berkata: “hati yg gembira membuat muka berseri-seri, ttp kepedihan hati mematahkan semangat.”

Seberapa banyak dari kita masih mudah tertawa di saat hidup yg penuh tekanan dan penderitaan, saat dikejar tenggat waktu pekerjaan, terjebak kemacetan, atau kesulitan hidup dan masalah rumah tangga?

Tertawa itu gratis dan bisa membantu menghilangkan amarah, kekuatiran, ketakutan dan depresi. Jadilah anak kecil yg bisa tertawa hingga 150 kali sehari, krn mereka memandang dunia dg sukacita dan kehidupan itu indah, lucu dan menyenangkan.

Memang semakin dewasa semakin banyak tekanan hidup, namun marilah belajar memandang dunia dg sukacita dan tertawalah. Kadang kita hanya kuatir utk hal2 yg tdk perlu dan tdk akan terjadi. Kekuatiran kita tdk menambahkan sejengkalpun usia kita. Dg bersukacita dan rasa optimis dan percaya atas perlindunganNya, kita kalahkan masalah dan kesulitan hidup kita.

Tertawalah terhadap masalah kita.

August 19, 2010

Karya agung di tengah keterpurukan

Sayup2 terdengar suara merdu Whitney Houston “I decided long ago, never to walk in anyone’s shadow. If I fail, if I sucedd, at least I’ll live as I believe. No matter what they take from me, they can’t take away my dignity….”

Ini sepenggal syair dari “Greatest Love for All” yang membawa Whitney Houston ke puncak top hits selama tiga minggu berturut-turut di Billboard Hot 100. Namun tahukah anda siapa yang menggubah lagu itu?

Dialah Linda Creed, seorang ibu muda yang tengah bergelut dengan kanker payudara. Ia mencurahkan perasaannya dalam perjuangan mengatasi penyebaran kanker yang menggerogoti tubuhnya hingga akhir hayat di umur 37 tahun. Creed pergi untuk selamanya, tetapi inspirasi kekuatan cintanya menjadi anugerah bagi banyak orang yang demikian terpana oleh syair2 merdu Whitney Houston.

Tiada seorangpun di dunia ini yg benar2 bebas dari masalah. Ibu muda Creed yang berjuang menghadapi kanker payudara dan bisa disebut gagal, tetapi ia menghasilkan master piece yang menjadi berkat bagi jutaan orang; bagaimanakah dengan karya dan kinerja kita? Masalah boleh saja menghadang kita, tetapi tetaplah semangat dan terus berkarya. Pastikan bahwa tidak ada apapun yg dapat menghentikan langkah2 kita, karena dunia menantikan karya besar kita.

“Praise LORD for HIS mercy is great, and HIS love endures forever”

August 12, 2010

For everything, there is a season

For everything there is a season, and a time for every business under the sun.

A time for birth and a time for death; a time for planting and a time for uprooting;

A time to put to death and a time to make well; a time for pulling down and a time for building up;

A time for weeping and a time for laughing; a time for sorrow and a time for dancing;

A time to take stones away and a time to get stones together; a time for kissing and a time to keep from kissing;

A time for search and a time for loss; a time to keep and a time to give away;

A time for undoing and a time for stitching; a time for keeping quiet and a time for talk;

A time for love and a time for hate; a time for war and a time for peace.

What profit has the worker in the work which he does? I saw the work which God has put on the sons of man. (Eclesiate 3:1-10)

August 9, 2010

Hati Tuhan terluka

Hati Tuhan terluka, saat dia tahu hati anak2Nya terluka,
Hati Tuhan terluka, saat kita sampaikan luka2 hati kita kepadaNya
Hati Tuhan terluka, saat kita anggap diri kita paling benar dan susah menerima pendapat teman-teman kita,
Hati Tuhan terluka, saat kita anggap masalah selesai begitu saja, hanya dengan kata maaf di bibir saja,
Hat iTuhan terluka, saat kita tidak saling terbuka
Hati Tuhan terluka, saat kesepakatan segelintir orang dianggap sebagai keputusan bersama,
Hati Tuhan terluka, saat hamba-hambaNya hanya terdiam saat perbedaan-perbedaan dibawa dalam kekerasan,
Hati Tuhan terluka, saat prioritas pemulihan jiwa-jiwa tidak lagi menjadi agenda utama,
Hati Tuhan terluka, saat kita fokus pada soal berbagi sumber daya saja,
Hati Tuhan terluka, saat nasihat dan tegoran diterima dengan panas hati,
Hati Tuhan terluka, saat kelembutan hati sirna,
Hati Tuhan terluka, saat bangsa ini tidak bertumbuh dewasa dan melahirkan pemimpin berhati hamba,
August 9, 2010

Jadilah pemenang

Di sebuah kota suci, ada sebuah kolam yang dipercaya banyak orang sebagai tempat di mana malaikat Tuhan akan turun secara rutin. Barangsiapa pertama kali masuk ke dalam kolam sesudah goncangan air sewaktu malaikat Tuhan turun, dia akan sembuh apapun juga penyakitnya.

Pada suatu ketika, sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh, menantikan goncangan air kolam itu.

Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit. Suatu ketika Tuhan sendiri (bukan malaikatNya) berkunjung ke kolam itu dan melihat seorang yang sudah lama sekali berbaring di serambi di samping kolam itu. Karena
belas kasihanNya, Ia bertanya: “Maukah engkau sembuh?”

Jawab orang sakit itu kepada-Nya: “Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku.”

Menangislah Tuhan karena tahu bahwa orang sakit itu tidak tahu tentang kehadiranNya dan tentang kemampuanNya untuk melakukan mujizatNya. Namun karena belas kasihanNya, Tuhan berkata:”Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.”  Demikianlah orang sakit itu sembuh.

Seringkali, kita sebagai manusia mempunyai mental seperti orang sakit itu. Karena penyakit kita atau karena masalah-masalah kita, atau karena kekurangan diri kita; kita merasa bahwa kita harus menerima keadaan apa adanya. Karena
terlalu lamanya kita dalam keadaan itu, kita sering berkata “Ya, memang dari sononya sudah miskin” atau “Ya, memang ini penyakit yang harus aku tanggung” atau “memang takdirnya sudah begini ini”. Sering kita merasa sebagai orang kalah
dan merasa tidak berhak mendapatkan rahmatNya.

Seringkali kita juga menyalahkan orang lain yang tidak peduli kepada kita, yang tidak menolong kita atau tidak menyokong kita untuk keluar dari masalah kita. Kita sering merasa ditinggalkan ketika kita mempunyai masalah (baik penyakit
atau masalah lainnya). Bahkan dalam kesedihan kita, kita bisa menyimpan dendam kepada meraka yang tidak peduli, khususnya kepada mereka yang pernah kita tolong tetapi tidak peduli ketika kita dalam keadaan sakit atau menderita, atau kita merasa sakit hati kepada sanak keluarga kita yang kita harapkan lebih peduli kepada kita.

Mental sebagai orang kalah, perasaan ditinggalkan dan perasaan dendam seringkali menutupi pandangan kita sehingga kita tidak tahu bahwa ada sosok yang selalu peduli kepada kita, sosok yang selalu dekat dengan kita, dan sosok yang selalu
siap memberikan rahmatNya kepada mereka yang memintaNya.

Mari kita tinggalkan mental kalah, mental yang mengasihani diri sendiri atau yang menyimpan kepahitan hidup. Mulailah berpikir tentang kemenangan dan jadilah pemenang. Tuhan menciptakan kita segambar denganNya agar kita memenangkan bumi, agar kita mempunyai tekat yang kuat. Dengan selalu meminta kekuatanNya dan rahmatNya, kita bisa meraih cita-cita kita.

August 9, 2010

Jadilah Rajawali

Rajawali merupakan jenis unggas yg mempunyai umur paling panjang di dunia, dpt mencapai 70 thn.

Tapi utk mencapai umur itu seekor Rajawali hrs membuat keputusan besar pd umurnya yg ke 40.

Saat umur 40 thn, cakarnya mulai menua, paruh menjadi panjang dan membengkok hingga hampir menyentuh dada. Sayapnya mjd sgt berat karena bulunya telah tumbuh lebat dan tebal, sehingga menyulitkan saat terbang.

Saat itu, ia hanya mempunyai 2 pilihan: Menunggu kematian atau menjalani proses transformasi yg menyakitkan selama 150 hari. Saat melakukan transformasi itu, ia harus berusaha keras terbang ke atas puncak gunung utk kemudian membuat sarang di tepi jurang, berhenti dan tinggal di sana selama proses berlangsung.

Pertama, ia hrs mematukkan paruhnya pada batu karang sampai paruh tersebut terlepas dr mulutnya, dan kemudian menunggu tumbuhnya paruh baru.

Dengan paruh yg baru tumbuh itu, ia hrs mencabut satu persatu cakar-cakarnya dan ketika cakar yg baru sudah tumbuh, ia akan mencabut bulu badannya satu demi satu. Suatu proses yg panjang dan menyakitkan.

5 bulan kemudian, bulu2 yg baru sudah tumbuh. Ia mulai dapat terbang kembali. Dengan paruh dan cakar baru, ia mulai menjalani 30 tahun kehidupan barunya dengan penuh energi!

Dalam kehidupan, kadang kita juga harus melakukan suatu keputusan yg BESAR untuk memulai sesuatu proses PEMBARUAN. Berani membuang kebiasaan2 lama yg mengikat, meskipun itu adalah sesuatu yg menyenangkan dan melenakan.

Hanya bila kita bersedia melepaskan beban lama, membuka diri untuk belajar hal2 baru, kita mempunyai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kita yg terpendam, mengasah keahlian kita sepenuhnya dan menatap masa depan dengan penuh keyakinan!

Tantangan terbesar untuk berubah ada di dalam diri sendiri dan kitalah sang penguasa atas diri kita sendiri !

Have a great day, Rajawali !

Tags:
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.